Judul: Renjana Tanah BertuahPenulis: N.Syamsuddin Ch. HaesyHalaman: 144 halamanHarga: Rp60.000,00ISBN: 978-623-5545-02-8Tahun Terbit: 2021Pemesanan: 0812 9252 6552
SINOPSIS
Renjana tanah bertuah adalah pumpunan (antologi) puisi-puisi karya N.Syamsuddin Ch. Haesy terkait dengan berbagai hal tentang Banten yang menarik perhatiannya. Buku ini ditulis dalam berbagai kesempatan di dalam dan di luar negeri, termasuk saat melakukan kunjungan di berbagai wilayah Banten. Puisi-puisi yang terpumpun dalam buku ini, belum pernah dibukukan. Beberapa puisi pernah dibacakannya dalam berbagai kesempatan di wilayah Banten.
BIODATA PENULIS
N. SYAMSUDDIN CH. HAESY, lahir di Jakarta, 8 November, 66 tahun silam. Pernah bercita-cita menjadi penyair, tapi merasa belum juga terwujud. Menulis puisi sejak SMA, dalam asuhan guru sastra, ibu asuhnya, Aisyah Salamun, yang hingga kini masih mengkritisi pemikiran dan berbagai karyanya. Buku pumpunan puisi Renjana Tanah Leluhur ini, buku kumpulan puisi merupakan pumpunan sebagian puisi-puisinya sejak dekade 1980-an sampai tahun 2021, yang teronggok dalam berbagai file.
Puisi-puisinya sejak dekade 1970-an dimuat di berbagai media, koran dan majalah, serta buku antoloji puisi. Dibacakan juga di berbagai pentas dan media. Sebelum ini buku pumpunan puisinya adalah Soneta Rumah Bocor (1975), Bulan Selesma (2004), eÇatri (2019).
Seperti menulis puisi, pantun, haiku, syair, dan sejenisnya, buku puisinya juga terbit di sela berbagai buku karyanya, antara lain: Sangkakala Padjadjaran, Yojana, Memancing Kebajikan (2000), Kreatografi Sys NS (2004), Cawandatu, Platinum Track, Indigostar (2011), The Wave of Transformsation: I Gusti Ngurah Rai International Airport (2013), Lompatan Kalimantan (2014), Alor. Surga di Timur Matahari (2014), (Gatot M. Suwondo Menggerakkan Transformasi BNI (2015), The Return of A Missing Child to His Mothers’s Lap (2015), dan berbagai buku lainnya.
Penasihat ISWAMI (Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia) dan Penpro Perkumpulan Penulis Profesional, Anggota Dewan Kebudayaan Jawa Barat (2014-2019) yang kini menjalani hidup ‘going to zero,’ melepaskan ‘selongsong diri,’ ini, juga kerap diminta menuliskan eksordium dan berbagai buku.